<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Archives -</title>
	<atom:link href="https://iu.co.id/category/kabar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iu.co.id/category/kabar/</link>
	<description>the best and most trusted tolling company</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Aug 2026 02:01:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://iu.co.id/wp-content/uploads/2023/02/cropped-Icon-IU-32x32.png</url>
	<title>Kabar Archives -</title>
	<link>https://iu.co.id/category/kabar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemanis Rendah Kalori yang Halal dan Aman Dikonsumsi</title>
		<link>https://iu.co.id/pemanis-rendah-kalori-yang-halal-dan-aman-dikonsumsi/</link>
					<comments>https://iu.co.id/pemanis-rendah-kalori-yang-halal-dan-aman-dikonsumsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Trading Medina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 02:01:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iu.co.id/?p=1930</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gula alkohol, atau yang sering dikenal dengan istilah sugar alcohol, kini semakin populer digunakan sebagai pemanis rendah kalori dalam berbagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/pemanis-rendah-kalori-yang-halal-dan-aman-dikonsumsi/">Pemanis Rendah Kalori yang Halal dan Aman Dikonsumsi</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Gula alkohol, atau yang sering dikenal dengan istilah <em>sugar alcohol</em>, kini semakin populer digunakan sebagai <strong>pemanis rendah kalori</strong> dalam berbagai produk makanan dan minuman. Meski memiliki kata &#8220;alkohol&#8221; dalam namanya, bahan ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan alkohol yang ditemukan dalam minuman keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Proses produksi dan karakteristik kimia berbeda dengan etanol yang bisa dihasilkan melalui fermentasi, gula alkohol diproduksi melalui <strong>proses hidrogenasi gula</strong>, seperti glukosa atau fruktosa. Proses pembuatan ini <strong>tidak melibatkan alkohol yang memabukkan</strong> (etanol). Oleh karena itu, konsumsi gula alkohol tidak memberikan efek memabukkan sama sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Status kehalalan menurut hukum islam, berdasarkan tinjauan hukum, gula alkohol secara umum dianggap<strong> halal</strong> karena tidak mengandung unsur-unsur yang diharamkan. Kekeliruan di masyarakat sering kali muncul hanya karena penggunaan istilah &#8220;alkohol&#8221; dalam penamaan ilmiahnya, padahal zat ini <strong>bukan berasal dari industri khamr.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam konteks <strong>Fatwa MUI No. 10 Tahun 2018</strong>, ditegaskan bahwa alkohol (etanol) yang bukan berasal dari industri <em>khamr</em> diperbolehkan untuk digunakan pada produk makanan dan minuman dengan batasan tertentu. Mengingat gula alkohol secara alami tidak bersifat memabukkan dan diproses dari bahan nabati (gula), maka penggunaannya sejalan dengan prinsip kehalalan produk yang tidak berasal dari industri haram.</p>
<p style="text-align: justify;">Keamanan konsumsi dan regulasi dari sisi kesehatan dan keamanan, penggunaan bahan-bahan ini telah diatur secara ketat. Berdasarkan kebijakan terbaru, kandungan alkohol pada produk akhir makanan tidak dibatasi selama secara medis tidak membahayakan konsumen. Persyaratan keamanan ini umumnya dievaluasi oleh lembaga berwenang seperti BPOM untuk memastikan produk yang beredar di masyarakat layak dikonsumsi.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap keputusan fatwa terkait bahan pangan, termasuk yang mengandung unsur alkohol, kini didasarkan pada riset ilmiah yang kuat (<em>evidence-based fatwa</em>). Hal ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum bagi akademisi, industri, maupun konsumen Muslim.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi gula alkohol dapat menjadi salah satu alternatif pemanis yang <strong>halal dan aman</strong> untuk dikonsumsi. Konsumen tidak perlu ragu terhadap status hukumnya, asalkan produk tersebut telah melalui proses sertifikasi dan pengawasan dari lembaga yang kompeten.</p>
<p style="text-align: justify;">Source :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://ir.uitm.edu.my/id/eprint/123853">https://ir.uitm.edu.my/id/eprint/123853</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://www.idntimes.com/health/fitness/gula-alkohol-00-jx89k-9hs077">https://www.idntimes.com/health/fitness/gula-alkohol-00-jx89k-9hs077</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://halalmui.org/memahami-fatwa-mui-tentang-kadar-etanol-pada-produk-makanan-dan-minuman/">https://halalmui.org/memahami-fatwa-mui-tentang-kadar-etanol-pada-produk-makanan-dan-minuman/</a></p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/pemanis-rendah-kalori-yang-halal-dan-aman-dikonsumsi/">Pemanis Rendah Kalori yang Halal dan Aman Dikonsumsi</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iu.co.id/pemanis-rendah-kalori-yang-halal-dan-aman-dikonsumsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Permen dan Gula Bisa Mengubah Suasana Hati</title>
		<link>https://iu.co.id/bagaimana-permen-dan-gula-bisa-mengubah-suasana-hati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Trading Medina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 04:17:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iu.co.id/?p=1926</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat Otak Butuh &#8220;Manis&#8221;, Bagaimana Permen dan Gula Bisa Mengubah Suasana Hati? Pernahkah kalian merasa lebih bersemangat setelah menikmati permen [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/bagaimana-permen-dan-gula-bisa-mengubah-suasana-hati/">Bagaimana Permen dan Gula Bisa Mengubah Suasana Hati</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-1927" src="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Ilustrasi-Artikel-300x200.png" alt="" width="300" height="200" srcset="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Ilustrasi-Artikel-300x200.png 300w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Ilustrasi-Artikel-1024x683.png 1024w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Ilustrasi-Artikel-768x512.png 768w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Ilustrasi-Artikel.png 1536w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h1>Saat Otak Butuh &#8220;Manis&#8221;, Bagaimana Permen dan Gula Bisa Mengubah Suasana Hati?</h1>
<p>Pernahkah kalian merasa lebih bersemangat setelah menikmati permen saat sedang suntuk? Pengalaman tersebut ternyata bukan sekadar sugesti. Otak manusia memang memiliki hubungan yang sangat erat dengan rasa manis. Sejak lahir, manusia secara alami menyukai rasa manis karena rasa tersebut menandakan adanya sumber energi yang aman dan mudah dimanfaatkan oleh tubuh. Tidak heran jika makanan dan minuman manis sering dikaitkan dengan rasa nyaman, bahagia, bahkan menjadi &#8220;<em>mood booster</em>&#8221; bagi banyak orang.</p>
<p>Namun, bagaimana sebenarnya gula dan permen dapat memengaruhi suasana hati? Apakah efek tersebut benar-benar berasal dari otak, atau hanya karena kita menyukai rasanya? Mari kita bahas lebih dalam.</p>
<h2>Otak Membutuhkan Energi dan Glukosa Menjadi Bahan Bakar Utamanya</h2>
<p>Otak merupakan salah satu organ yang paling aktif di dalam tubuh. Meskipun beratnya hanya sekitar 2% dari total berat badan, otak menggunakan sekitar 20% energi yang dihasilkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi, mulai dari berpikir, mengingat, mengatur emosi, hingga mengendalikan gerakan. <strong>Energi utama yang digunakan otak berasal dari glukosa</strong>, yaitu bentuk sederhana dari karbohidrat dari makanan.</p>
<p>Karbohidrat yang dikonsumsi akan dipecah menjadi glukosa sebelum digunakan sebagai sumber energi. Harvard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan bahwa glukosa merupakan bahan bakar utama bagi otak sehingga ketersediaannya sangat penting untuk menjaga fungsi kognitif dan aktivitas sehari-hari.</p>
<p>Ketika kadar energi mulai menurun, tubuh secara alami akan mencari makanan yang mampu menyediakan glukosa dengan cepat. Salah satu sumber yang paling mudah dikenali adalah <strong>makanan dengan rasa manis</strong>. Inilah alasan mengapa banyak orang secara spontan menginginkan permen ketika sedang mengantuk atau membutuhkan dorongan energi.</p>
<h2>Mengapa Rasa Manis Terasa Menyenangkan?</h2>
<p>Menikmati makanan manis tidak hanya memberikan energi, tetapi juga memicu serangkaian respons biologis di dalam otak. Saat gula menyentuh lidah, reseptor pengecap akan mengirimkan sinyal menuju berbagai area otak yang berhubungan dengan rasa nikmat dan penghargaan (<em>reward system</em>).</p>
<p>Salah satu zat kimia yang berperan penting dalam proses ini adalah <strong>dopamin</strong>, yaitu neurotransmiter yang berkaitan dengan motivasi, rasa senang, dan penghargaan. Ketika seseorang mengonsumsi makanan manis, pelepasan dopamin meningkat sehingga muncul sensasi puas dan menyenangkan. Mekanisme inilah yang membuat sebutir permen sering kali terasa mampu memperbaiki suasana hati dalam waktu singkat.</p>
<h2>Mengapa Permen Sering Menjadi Pilihan Saat Sedang Stres?</h2>
<p>Banyak orang tanpa sadar meraih permen ketika menghadapi pekerjaan yang menumpuk, belajar menjelang ujian, atau mengalami hari yang melelahkan. Kebiasaan ini ternyata memiliki dasar ilmiah.</p>
<p>Menurut Jacques dan rekan-rekan (2019), <strong>konsumsi gula dapat berinteraksi dengan sistem yang mengatur stres dan emosi</strong>, bisa disebut sebagai sistem penghargaan (<em>reward system</em>). Aktivasi sistem penghargaan (<em>reward system</em>) di otak membantu menghasilkan sensasi nyaman sehingga makanan manis sering diasosiasikan dengan pengalaman positif. Efek tersebut dapat membuat seseorang merasa lebih rileks atau sedikit lebih tenang setelah mengonsumsi makanan manis.</p>
<p>Selain itu, rasa manis juga sering dikaitkan dengan berbagai pengalaman menyenangkan sepanjang hidup. Permen identik dengan hadiah masa kecil, perayaan ulang tahun, hari raya, atau momen berbagi bersama keluarga dan teman. Kombinasi antara respons biologis di otak dan kenangan emosional tersebut membuat permen mampu menghadirkan rasa nyaman yang lebih besar dibandingkan sekadar kandungan gulanya saja.</p>
<h2>Mengapa Kita Sulit Menolak Rasa Manis?</h2>
<p>Dari sudut pandang evolusi, ketertarikan manusia terhadap rasa manis sebenarnya merupakan mekanisme bertahan hidup. Pada masa ketika sumber makanan tidak selalu tersedia, makanan yang manis menandakan adanya karbohidrat yang dapat segera diubah menjadi energi. Oleh karena itu, otak berevolusi untuk memberikan &#8220;<em>reward</em>&#8221; berupa rasa senang ketika kita menemukan makanan manis.</p>
<p>Mekanisme tersebut masih dimiliki manusia modern hingga saat ini. Walaupun lingkungan sudah berubah dan makanan tersedia dengan lebih mudah, sistem penghargaan (<em>reward system</em>) di otak tetap merespons rasa manis sebagai sesuatu yang bernilai.</p>
<p>Inilah sebabnya mengapa permen tidak hanya disukai anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Sensasi manis mampu memberikan pengalaman sensorik yang sederhana, menyenangkan, dan familiar sehingga sering kali menjadi pilihan untuk menemani berbagai aktivitas sehari-hari.</p>
<p>Sebagai industri maklon permen, PT Inasentra Unisatya berkomitmen mendukung pengembangan produk <em>hard candy </em>dan <em>gummy </em>yang inovatif. Dengan dukungan keahlian tim R&amp;D, kami membantu mewujudkan produk permen yang memiliki tampilan menarik, cita rasa yang menyenangkan, tekstur yang sesuai, serta kualitas yang memenuhi ekspektasi pasar dan mengikuti tren industri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Daftar Pustaka</h2>
<p><strong> </strong></p>
<p>Harvard T.H. Chan School of Public Health. (n.d.). <em>The Nutrition Source – Carbohydrates</em>. <a href="https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/carbohydrates/"><u>https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/carbohydrates/</u></a></p>
<p>Jacques, A., Chaaya, N., Beecher, K., Ali, S. A., Belmer, A., &amp; Bartlett, S. (2019). <em>The impact of sugar consumption on stress driven, emotional and addictive behaviors</em>. <em>Neuroscience &amp; Biobehavioral Reviews, 103</em>, 178–199. <a href="https://doi.org/10.1016/j.neubiorev.2019.05.021"><u>https://doi.org/10.1016/j.neubiorev.2019.05.021</u></a></p>
<p>Weiher, L. (n.d.). <em>How does sugar influence our brain? </em>Max Planck Institute for Metabolism Research. <a href="https://www.sf.mpg.de/2078394/How-does-sugar-influence-our-brain"><u>https://www.sf.mpg.de/2078394/How-does-sugar-influence-our-brain</u></a></p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/bagaimana-permen-dan-gula-bisa-mengubah-suasana-hati/">Bagaimana Permen dan Gula Bisa Mengubah Suasana Hati</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alternatif  Jenis Pemanis yang Lebih Ramah untuk Kesehatan</title>
		<link>https://iu.co.id/alternatif-jenis-pemanis-yang-lebih-ramah-untuk-kesehatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Trading Medina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 02:51:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iu.co.id/?p=1924</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di tengah meningkatnya kesadaran akan kesehatan, industri makanan kini berfokus pada pengurangan kadar gula dalam produk konfeksioneri. Konsumsi gula yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/alternatif-jenis-pemanis-yang-lebih-ramah-untuk-kesehatan/">Alternatif  Jenis Pemanis yang Lebih Ramah untuk Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di tengah meningkatnya kesadaran akan kesehatan, industri makanan kini berfokus pada pengurangan kadar gula dalam produk konfeksioneri. Konsumsi gula yang berlebihan telah lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti sindrom metabolik, diabetes mellitus, obesitas, hingga karies gigi. Hal ini yang membuat banyak orang kini mulai mencari cara untuk menikmati rasa manis tanpa harus khawatir terhadap lonjakan kadar gula darah. Salah satu solusi yang semakin populer adalah <strong>gula alkohol</strong>, atau yang dikenal juga sebagai <strong>poliol</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski namanya mengandung kata &#8220;alkohol&#8221;, gula alkohol sama sekali tidak menyebabkan efek memabukkan. Sebaliknya, bahan ini telah banyak digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman rendah gula, mulai dari permen bebas gula, minuman rendah kalori, hingga produk kesehatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Gula alkohol (poliol) merupakan jenis karbohidrat yang berasal dari gula dengan struktur kimia yang telah dimodifikasi. Pada proses pembentukannya, gugus aldehid atau keton pada gula diubah menjadi gugus hidroksil, sehingga menghasilkan senyawa yang memiliki karakteristik berbeda dari gula biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Menariknya, poliol memiliki rasa manis yang mirip dengan gula pasir (sukrosa), tetapi memberikan kalori lebih rendah dan umumnya memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. Karena itulah gula alkohol sering menjadi pilihan dalam formulasi produk yang ditujukan untuk konsumen yang ingin mengurangi konsumsi gula.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa jenis gula alkohol yang umum digunakan dalam industri pangan antara lain <strong><em>erythritol, xylitol, sorbitol, maltitol, mannitol, isomalt, lactitol</em></strong><em>, </em>dan <strong><em>hydrogenated starch hydrolysates </em></strong><strong>(HSH)</strong>. Masing-masing memiliki karakteristik unik, mulai dari rasa manis yang mendekati sukrosa, kalori yang lebih rendah, hingga manfaat tambahan seperti membantu menjaga kesehatan gigi.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain berfungsi sebagai pemanis, gula alkohol juga berperan penting dalam menghasilkan tekstur yang baik, menjaga kelembapan produk, serta meningkatkan stabilitas selama penyimpanan. Keunggulan inilah yang menjadikan poliol banyak digunakan dalam pengembangan produk confectionery modern, termasuk permen rendah gula dan bebas gula.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai perusahaan maklon permen, kami mendukung pengembangan berbagai produk <strong><em>hard candy</em></strong> dan <strong><em>gummy</em></strong> dengan formulasi menggunakan alternatif pengganti gula, termasuk berbagai jenis gula alkohol yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produk dan target pasar. Melalui dukungan tim R&amp;D yang berpengalaman, kami membantu pelanggan menciptakan produk permen yang tetap memiliki cita rasa manis, tekstur yang optimal, dan kualitas yang sesuai dengan tren pasar yang semakin mengutamakan kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Source :</p>
<p style="text-align: justify;">Msomi, N. Z., Erukainure, O. L., &amp; Islam, M. S. (2021). Suitability of sugar alcohols as antidiabetic supplements: A review. Journal of food and drug analysis, 29(1), 1.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/gula-alkohol-pemanis-sehat/">https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/gula-alkohol-pemanis-sehat/</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://syaf.co.id/ketahui-jenis-jenis-gula-alkohol-sebagai-pemanis/?srsltid=AfmBOopr0RFQPKvq1jIzMYWjyKkoC44fWXrYwMW4NKExXgNf8mR17JDw">https://syaf.co.id/ketahui-jenis-jenis-gula-alkohol-sebagai-pemanis/?srsltid=AfmBOopr0RFQPKvq1jIzMYWjyKkoC44fWXrYwMW4NKExXgNf8mR17JDw</a></p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/alternatif-jenis-pemanis-yang-lebih-ramah-untuk-kesehatan/">Alternatif  Jenis Pemanis yang Lebih Ramah untuk Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stevia: Pemanis Alami untuk Inovasi Pangan Fungsional</title>
		<link>https://iu.co.id/stevia-pemanis-alami-untuk-inovasi-pangan-fungsional/</link>
					<comments>https://iu.co.id/stevia-pemanis-alami-untuk-inovasi-pangan-fungsional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 08:37:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iu.co.id/?p=1917</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indonesia saat ini tengah menghadapi kondisi darurat diabetes, sebuah krisis kesehatan serius yang kini tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/stevia-pemanis-alami-untuk-inovasi-pangan-fungsional/">Stevia: Pemanis Alami untuk Inovasi Pangan Fungsional</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Indonesia saat ini tengah menghadapi kondisi <strong>darurat diabetes</strong>, sebuah krisis kesehatan serius yang kini tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi juga merambah ke usia anak-anak. Data menunjukkan bahwa diperlukan langkah nyata dalam mengubah pola konsumsi masyarakat, salah satunya dengan memanfaatkan <strong>tanaman stevia</strong> sebagai pengganti gula alami yang lebih sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi diabetes di Indonesia telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari <em>International Diabetes Federation</em> (IDF) tahun 2025, <strong>Indonesia menempati peringkat ke-5 dunia</strong> dengan jumlah penderita diabetes terbesar. Fenomena yang paling mengejutkan adalah lonjakan kasus pada anak-anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat bahwa prevalensi anak penderita diabetes pada Januari 2023 <strong>meningkat 70 kali lipat</strong> dibandingkan dengan tahun 2010.</p>
<p style="text-align: justify;">Tingginya angka ini sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, terutama <strong>tingginya konsumsi makanan dan minuman manis</strong> yang sangat mudah dijangkau oleh masyarakat tanpa pengawasan ketat. Jika tidak segera ditangani melalui regulasi dan perubahan pola makan, peningkatan kasus ini dikhawatirkan akan terus membebani biaya kesehatan negara secara signifikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mencegah peningkatan angka diabetes, masyarakat didorong untuk melakukan diet seimbang, termasuk membatasi asupan gula maksimal 4 sendok makan (50 gram) per hari. Di sinilah <strong>Stevia rebaudiana</strong> berperan penting sebagai alternatif.</p>
<p style="text-align: justify;">Stevia adalah tanaman semak asli Paraguay yang daunnya mengandung senyawa aktif bernama <strong>glikosida steviol</strong>. Keunggulan utama stevia dibandingkan gula tebu biasa adalah:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Nol Kalori:</strong> Stevia memberikan rasa manis yang kuat (70-400 kali lipat dari gula biasa) namun tanpa mengandung kalori sama sekali.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tidak Memengaruhi Gula Darah:</strong> Berbeda dengan gula pasir yang memicu lonjakan glukosa darah, stevia <strong>aman bagi penderita diabetes</strong> karena tidak memengaruhi kadar gula darah setelah dikonsumsi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Efek Medis Tambahan:</strong> Penelitian menunjukkan bahwa komponen steviosid dalam stevia memiliki efek <strong>antihiperglikemik</strong> yang meningkatkan respon insulin serta potensi sebagai <strong>antihipertensi</strong> yang dapat menurunkan tekanan darah.</p>
<p style="text-align: justify;">Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan pengawas internasional telah menyatakan bahwa stevia aman untuk dikonsumsi sebagai tambahan pangan. Batas asupan harian yang diperbolehkan (<em>Acceptable Daily Intake</em>/ADI) adalah <strong>4 mg per kilogram berat badan</strong> per hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan meningkatnya prevalensi diabetes di Indonesia secara drastis, tindakan preventif menjadi hal yang sangat mendesak, untuk itu pengaplikasian alternative pengganti gula. <strong>Tanaman stevia menawarkan solusi strategis</strong> bagi masyarakat untuk tetap menikmati rasa manis tanpa risiko kesehatan yang menyertai gula pasir tradisional. Penambahan tanaman stevia kedalam produk  pangan  menjadi alternatif yang sangat menarik di semua kalangan terutama para remaja. Salah satu produk pangan yang berpotensi dikembangkan yaitu permen. Penggunaan stevia sebagai pengganti gula dalam formulasi permen tidak hanya memberikan rasa manis yang optimal, tetapi juga menghasilkan produk permen bebas gula (sugar free) yang lebih sesuai dengan tren gaya hidup sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk hal ini, PT Inasentra Unisatya membuka peluang untuk para calon costumer yang ingin membuat permen dengan kandungan nutrisi atau extrak lainnya atau biasanya kami sebut maklon / OEM Permen. Saat ini tersedia beberapa jenis permen dengan berbagi jenis permen, diantaranya permen Hard Candy dan Gummy.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>Source :</p>
<p><a href="https://bpkn.go.id/beritaterkini/detail/bpkn-ri-ungkap-indonesia-darurat-diabetes-pada-anak-karena-regulasi-pada-makanan-dan-minuman-lemah">https://bpkn.go.id/beritaterkini/detail/bpkn-ri-ungkap-indonesia-darurat-diabetes-pada-anak-karena-regulasi-pada-makanan-dan-minuman-lemah</a></p>
<p><a href="https://unitkesehatan.ipb.ac.id/hari-diabetes-sedunia-2025-diabetes-across-life-stages/">https://unitkesehatan.ipb.ac.id/hari-diabetes-sedunia-2025-diabetes-across-life-stages/</a></p>
<p><a href="https://media.neliti.com/media/publications-test/150020-kajian-khasiat-dan-keamanan-stevia-sebag-a1634682.pdf">https://media.neliti.com/media/publications-test/150020-kajian-khasiat-dan-keamanan-stevia-sebag-a1634682.pdf</a></p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/stevia-pemanis-alami-untuk-inovasi-pangan-fungsional/">Stevia: Pemanis Alami untuk Inovasi Pangan Fungsional</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iu.co.id/stevia-pemanis-alami-untuk-inovasi-pangan-fungsional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FREEZE DRYING: TEKNOLOGI MASA DEPAN</title>
		<link>https://iu.co.id/freeze-drying-teknologi-masa-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2025 02:33:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iu.co.id/?p=1865</guid>

					<description><![CDATA[<p>FREEZE DRYING: TEKNOLOGI MASA DEPAN  PENGEMBANGAN INDUSTRI Pendekatan metodis untuk pengeringan beku pertama kali dipublikasikan oleh Altmann pada tahun 1890 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/freeze-drying-teknologi-masa-depan/">FREEZE DRYING: TEKNOLOGI MASA DEPAN</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>FREEZE DRYING: TEKNOLOGI MASA DEPAN</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PENGEMBANGAN INDUSTRI</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan metodis untuk pengeringan beku pertama kali dipublikasikan oleh Altmann pada tahun 1890 untuk persiapan jaringan biologis guna penelitian. Setelah beberapa variasi dalam menciptakan ruang hampa atau menurunkan konsentrasi uap air, Shackell-lah yang menggunakan pompa bertenaga listrik untuk menciptakan ruang hampa. Tival (1927) dan kemudian Elser (1934) mematenkan sistem pengeringan beku, dan membuat perbaikan pada konsep pembekuan dan kondensor.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-1876" src="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/05/4-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/05/4-300x169.jpg 300w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/05/4.jpg 319w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Gambar 1. Kedokteran Perang Dunia II</p>
<p>Sumber: 1cold-com</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pentingnya pengeringan beku dalam industri menjadi jelas dalam Perang Dunia II, ketika plasma darah dan penisilin dalam jumlah besar harus tersedia di lapangan. Pada tahun 1950-an dan 60-an, ada banyak optimisme untuk penggunaan pengeringan beku secara luas untuk keperluan farmasi dan makanan. Namun karena, dengan pengeringan beku, waktu proses menjadi lama dan efisiensi energi rendah, industri makanan mengadopsi metode yang berbeda seperti pengeringan semprot. Metode ini cocok untuk produksi dalam jumlah besar – tetapi untuk aplikasi farmasi, pendekatan ini tidak cocok karena, di satu sisi, penyemprotan menghasilkan tegangan geser yang relatif tinggi, dan di sisi lain, dosis kecil dan akurat yang dibutuhkan per vial sulit dicapai dengan pengisian bubuk. Oleh karena itu, untuk keperluan farmasi, pengeringan beku dilakukan dalam wadah yang dilengkapi dengan sistem pengisian cairan yang akurat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengembangan metode <em>freeze drying </em>selama bertahun-tahun mengalami evolusi dengan beberapa cara, antara lain:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Optimalisasi proses dalam hal sistem pendinginan, komponen dan kontrol</li>
<li>Tuntutan otoritas pengawas obat sehingga para peneliti memperhitungkan proses prediktif yang mengarah pada peralatan yang lebih andal, dukungan untuk pemrosesan aseptik, dan validasi proses.</li>
<li>Kebutuhan dan akan adanya kondisi aseptis sehingga menyebabkan pengembangan sistem pemuatan otomatis yang meminimalkan campur tangan manusia.</li>
<li>Yang paling baru ada adalah lembang FDA (Food and Drug Analysis) dari Amerika meluncurkan PAT (Process Analytical Technology) yang merupakan pengembangan dari proses pengukuran alat yang mengarah pada optimasi produksi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>MASA DEPAN FREEZE DRYING</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Industri <em>freeze drying </em>saat ini masih belum marak karena konsumsi energinya masih terlalu besar. Terlebih, saat ini pemanasan global menjadi perhatian penting untuk membuat metode pengolahan makanan yang lebih hemat energi.</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-1877" src="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/05/5-300x175.png" alt="" width="300" height="175" srcset="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/05/5-300x175.png 300w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/05/5.png 351w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Gambar 2. Efesiensi freeze Drying</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: Innovations in Pharmaceutical Technology Journal</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Seperti yang terlihat pada gambar, melihat aspek energi yang digunakan, semakin banyak rak yang digunakan dalam sebuah alat pengeringan beku, maka semakin minimal pula penggunaan energinya. Pada gambar, area efektif (berjumlah 1, 10, 20, 30, dan 40) memiliki efesinsi yang meningkat seiring pertambahan jumlah. Terlebih, dalam dunia farmasi, fleksibilitas dan pengurangan ukuran <em>batch freeze drying </em>tengah menjadi kebutuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Grafik tersebut (yang digambarkan dengan diagram merah dan hijau) menggambarkan energi terbuang selama pengeringan beku. Grafik yang juga sekaligus menggambarkan bahwa pengering yang lebih besar lebih efisien yang lebih kecil karena pembuangan dan penyerapan panas diolah dengan cara yang lebih efisien dan cepat. Selain itu penggunaan kompresor dingin yang tidak optimal merupakan penyumpang terbesar pemborosan.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu cara dari evolusi <em>freeze drying </em>yang dilakukan peneliti untuk meningkatkan efisiensi adalah dengan mengubah desain rak berongga yang akan disiram dengan cairan diatermal untuk menyediakan atau menjadi pembuangan panas bagi produk yang akan diolah. Hal ini menghasilkan jumlah baja tahan karat yang jauh lebih sedikit dan volume cairan diatermal yang lebih sedikit, sehingga energi yang dibutuhkan untuk mencapai suhu yang dibutuhkan pun berkurang. Keuntungan tambahannya adalah peningkatan homogenitas termal dan kekuatan mekanis rak.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1878" src="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/05/6.png" alt="" width="221" height="172" /></p>
<p>Gambar 3. Rancangan Rak <em>Freeze Drying</em></p>
<p>Sumber: Innovations in Pharmaceutical Technology Journal</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PUSTAKA</strong>:</p>
<ol>
<li>Corver, J. (2009). The evolution of freeze-drying. Innovations in Pharmaceutical Technology, 29, 66-70.</li>
<li>Ellab. (2018). The freeze drying theory and process &#8211; Things to consider. Ellab White Pap [Internet]. 1–16.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penulis           : Anindya Niken (Formulator Research and Development Freeze Drying)</strong></p>
<p><strong>Tanggal          : 13 Mei 2025</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/freeze-drying-teknologi-masa-depan/">FREEZE DRYING: TEKNOLOGI MASA DEPAN</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semoga damai dan bahagia menyertaimu di Hari Waisak</title>
		<link>https://iu.co.id/semoga-damai-dan-bahagia-menyertaimu-di-hari-waisak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 08:22:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iu.co.id/?p=1870</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a href="https://iu.co.id/semoga-damai-dan-bahagia-menyertaimu-di-hari-waisak/">Semoga damai dan bahagia menyertaimu di Hari Waisak</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-1871" src="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-10.56.31_cf8a9bc8-1-240x300.jpg" alt="" width="240" height="300" srcset="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-10.56.31_cf8a9bc8-1-240x300.jpg 240w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-10.56.31_cf8a9bc8-1-819x1024.jpg 819w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-10.56.31_cf8a9bc8-1-768x960.jpg 768w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-10.56.31_cf8a9bc8-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 240px) 100vw, 240px" /></p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/semoga-damai-dan-bahagia-menyertaimu-di-hari-waisak/">Semoga damai dan bahagia menyertaimu di Hari Waisak</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GET TO KNOW FREEZE DRYING</title>
		<link>https://iu.co.id/get-to-know-freeze-drying/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Trading Medina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2025 07:17:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iu.co.id/?p=1857</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sumber: Pixabay.com SEJARAH Pengawetan makanan menjadi sesuatu yang dibutuhkan manusia sejak zaman dahulu. Salah satu tindakan yang menjadi pondasi pengawetan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/get-to-know-freeze-drying/">GET TO KNOW FREEZE DRYING</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-1858" src="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/04/Picture1-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" srcset="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/04/Picture1-300x201.jpg 300w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/04/Picture1.jpg 602w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Sumber: Pixabay.com</p>
<p><strong>SEJARAH</strong></p>
<p>Pengawetan makanan menjadi sesuatu yang dibutuhkan manusia sejak zaman dahulu. Salah satu tindakan yang menjadi pondasi pengawetan makanan adalah teknologi mumifikasi dari budaya Mesir kuno. Meskipun pembalseman tubuh hingga organ membutuhkan waktu berminggu-minggu lamanya, hasil pengawetan tersebut dapat dilihat manusia hingga saat ini. Hal tersebut dapat terjadi karena sisa jenazah sepenuhnya kehilangan kelembapan dan disegel dengan resin sehingga memberikan isolasi sempurna terhadap rehidrasi.</p>
<p>Selain dari Mesir kuno, suku Inuit menggunakan udara dingin dan kering di wilayah mereka untuk mengeringkan ikan atau daging binatang lainnya. Orang-orang suku Samisk yang berasal dari Eropa Utara juga dikenal menggunakan metode pengawetan makanan yang sama, tetapi untuk bahan makanan berupa kentang. Suku Samisk akan mengeringkan kentang dengan menggunakan udara dingin/ suhu rendah di malam hari serta kelembaban di siang hari.</p>
<p>Dari hasil metode pengeringan suhu dingin seperti ini, kehangatan dan air dalam suatu produk dapat dihilangkan/dikurangi tanpa merusak struktur bahan. Persis seperti mumi. Lalu, keunikan lainnya adalah, apabila menambahkan air, maka rekonstruksi akan terjadi, sebuah hal yang tidak akan terjadi pada metode pengeringan lainnya seperti dehidrasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>CARA KERJA FREEZE-DRYING</strong></p>
<p><em>Freeze-drying </em>dibagi menjadi 3 tahap dengan tujuan utama membuang atau menghilangkan air dari bahan makanan sekaligus menjaga struktur kimia dan fisik material makanan tetap utuh.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1859" src="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/04/Picture2.png" alt="" width="296" height="217" /></p>
<p>Gambar 2. Proses dalam freeze Drying</p>
<p>Sumber: Innovations in Pharmaceutical Technology Journal</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Langkah pertama adalah menstabilkan struktur material dengan pembekuan. Pembekuan ini merupakan langkah rumit di mana kristal es tumbuh terjalin dengan komponen kristal atau amorf dari produk aktif dan eksipien. Produk eksipien dapat berupa penstabil seperti maltodekstrin.</p>
<p>Langkah kedua adalah memasukkan ruang hampa hingga keadaan berada di bawah titik tripel air. Titik tripel air adalah suhu dan tekanan tertentu saat air dapat berada dalam ketiga wujudnya, yaitu padat, cair, dan gas, secara bersamaan. Titik tripel air terjadi pada suhu 273,16 Kelvin (0,01°C) dan tekanan 611,657 pascal (0,00603659 atm). Dalam keadaan ini, air dapat berubah dari es menjadi uap tanpa mencair, yang akan merusak struktur fisik yang ingin dicapai.</p>
<p>Mesin <em>freeze drying</em> memiliki kondensor es berupa struktur pipa logam yang didinginkan hingga suhu jauh di bawah suhu produk beku. Oleh karena itu, tekanan uap air parsial di dekat kondensor jauh lebih rendah daripada di dekat produk beku, dan ini menyebabkan pergerakan air ke kondensor, diikuti oleh kondensasi.</p>
<p>Agar proses sublimasi (pengeringan primer) ini dapat berlanjut, diperlukan pasokan energi ke bagian depan sublimasi untuk mengimbangi panas laten penguapan. Panas laten adalah energi yang dipertukarkan selama perubahan fase tanpa perubahan suhu. Misalkan ada sepanci air yang didihkan dengan api, saat air mendidih, suhunya tetap 100°C (212°F) meskipun kalor terus-menerus ditambahkan. Kalor yang ditambahkan digunakan untuk mengubah wujud air dari cair menjadi uap tanpa menaikkan suhunya.</p>
<p>Energi ini biasanya dipasok oleh panas dari rak tempat bahan makanan diletakkan yang dinaikkan suhunya. Namun, dalam semua kasus, harus diperhatikan agar semua produk yang terkandung dalam botol tetap dalam keadaan beku, dan bahkan suhu transisi kaca <em>chamber</em> harus diperhatikan.</p>
<p>Setelah air kristal menyublim, produk biasanya tidak cukup kering. Sisa air yang diserap atau tertahan menyebabkan konsentrasi air di atas lima persen, yang biasanya terlalu tinggi untuk memperpanjang masa simpan secara maksimal. Oleh karena itu, langkah pengeringan tambahan (pengeringan sekunder) dilakukan dengan menaikkan suhu produk lebih lanjut. Karena air bebas sudah menyublim, hal ini dapat dilakukan dengan aman asalkan suhu maksimum produk tidak tercapai.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-1860" src="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/04/Picture3-300x152.jpg" alt="" width="300" height="152" srcset="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/04/Picture3-300x152.jpg 300w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/04/Picture3.jpg 602w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Gambar 3: Alat freeze Drying Skala Pabrik</p>
<p>Sumber: Dokumentasi Penulis (Pribadi)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PUSTAKA</strong>:</p>
<ol>
<li>Corver, J. (2009). The evolution of freeze-drying. Innovations in Pharmaceutical Technology, 29, 66-70.</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/get-to-know-freeze-drying/">GET TO KNOW FREEZE DRYING</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PT. Inasentra Unisatya Menuju Sertifikasi ISO 22000</title>
		<link>https://iu.co.id/pt-inasentra-unisatya-menuju-sertifikasi-iso-22000/</link>
					<comments>https://iu.co.id/pt-inasentra-unisatya-menuju-sertifikasi-iso-22000/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Trading Medina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 08:08:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iu.co.id/?p=885</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tanggal 10 Juli 2024, manajemen PT. Inasentra Unisatya memulai langkah pertamanya dalam rencana penerapan ISO 22000, yaitu Training ISO [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/pt-inasentra-unisatya-menuju-sertifikasi-iso-22000/">PT. Inasentra Unisatya Menuju Sertifikasi ISO 22000</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 10 Juli 2024, manajemen PT. Inasentra Unisatya memulai langkah pertamanya dalam rencana penerapan ISO 22000, yaitu Training ISO 22000 yang bekerja sama dengan MBRIO Certification and Inspection. Training yang berlangsung selama 3 hari tersebut mengupas tuntas semua persyaratan penerapan ISO 22000 dan mengidentifikasi gap yang ada. Sertifikasi ini memastikan bahwa setiap tahap dalam rantai pasokan pangan kami memenuhi standar keamanan pangan yang ketat. Dengan memperoleh sertifikasi ISO 22000, PT. Inasentra Unisatya menunjukkan komitmen kami untuk menyediakan produk yang aman dan berkualitas tinggi kepada konsumen.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-883" src="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/01/ISO-22000-2-300x182.jpeg" alt="" width="300" height="182" srcset="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/01/ISO-22000-2-300x182.jpeg 300w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/01/ISO-22000-2-1024x622.jpeg 1024w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/01/ISO-22000-2-768x466.jpeg 768w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/01/ISO-22000-2.jpeg 1533w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum melangkah ke ISO 22000, kami telah menerapkan sistem HACCP. Sistem ini membantu kami mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan potensi bahaya yang mungkin terjadi selama proses produksi. Penerapan HACCP telah memberikan dasar yang kuat bagi sistem manajemen keamanan pangan kami, memastikan bahwa setiap produk yang kami hasilkan aman untuk dikonsumsi.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-882" src="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/01/ISO-22000-1-300x181.jpeg" alt="" width="300" height="181" srcset="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/01/ISO-22000-1-300x181.jpeg 300w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/01/ISO-22000-1-1024x618.jpeg 1024w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/01/ISO-22000-1-768x464.jpeg 768w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/01/ISO-22000-1.jpeg 1514w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p style="text-align: justify;">ISO 22000 akan memberikan kerangka kerja yang lebih baik untuk kontrol dan pengawasan proses produksi, memastikan bahwa setiap produk yang keluar dari fasilitas kami aman dan berkualitas tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah Menuju Sertifikasi</p>
<p>Inasentra Unisatya berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar kualitas dan keamanan pangan. Langkah menuju sertifikasi ISO 22000 adalah bagian dari strategi jangka panjang kami untuk menjadi pemimpin dalam industri pangan yang aman dan berkualitas tinggi. Kami percaya bahwa dengan menerapkan standar ini, kami tidak hanya memenuhi ekspektasi pelanggan tetapi juga berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dan mitra kami yang telah mendukung proses ini. Kami akan terus memberikan update mengenai progres sertifikasi ISO 22000 ini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-884" src="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/01/ISO-22000-3-300x194.jpeg" alt="" width="300" height="194" srcset="https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/01/ISO-22000-3-300x194.jpeg 300w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/01/ISO-22000-3-1024x661.jpeg 1024w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/01/ISO-22000-3-768x495.jpeg 768w, https://iu.co.id/wp-content/uploads/2025/01/ISO-22000-3.jpeg 1155w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/pt-inasentra-unisatya-menuju-sertifikasi-iso-22000/">PT. Inasentra Unisatya Menuju Sertifikasi ISO 22000</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iu.co.id/pt-inasentra-unisatya-menuju-sertifikasi-iso-22000/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaat B Complex</title>
		<link>https://iu.co.id/manfaat-b-complex/</link>
					<comments>https://iu.co.id/manfaat-b-complex/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Trading Medina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Oct 2024 02:51:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iu.co.id/?p=879</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berat sama di jinjing ringan sama di pikul, pribahasa ini cukup untuk menggambarkan vitamin yang akan kita bahas ini. Vitamin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/manfaat-b-complex/">Manfaat B Complex</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berat sama di jinjing ringan sama di pikul, pribahasa ini cukup untuk menggambarkan vitamin yang akan kita bahas ini. Vitamin ini merupakan gabungan dari beberapa vitamin dan biasanya kita sebut sebagai B Complex.</p>
<p style="text-align: justify;">B Complex menjadi salah satu suplemen yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Hal ini dikarenakan B Complex sendiri memiliki banyak manfaat pada tubuh kita. B Complex sendiri adalah kelompok vitamin yang larut air serta terdiri dari beberapa jenis vitamin diantaranya :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Vitamin B1 (Tiamin ) bermanfaat untuk menjaga fungsi serta perkembangan sel dalam tubuh dan mengubah karbohidrat menjadi energi. Selain itu, Vitamin B1 ini berguna untuk menjaga kesehatan system saraf.</li>
<li>Vitamin B2 ( Riboflavin) berfungsi untuk menjaga kesehatan mata, kulit dan sistem saraf pada tubuh, selain itu berperan juga untuk memproduksi sel darah merah.</li>
<li>Vitamin B3 (Niasin) berperan untuk menjaga kesehatan kulit, meningkatkan fungsi enzim dan mengoptimalkan fungsi vitamin B kompleks lainnya.</li>
<li>Vitamin B5 (Asam Pantotenat) berfungsi untuk proses pertumbuhan serta produksi hormon reproduksi dalam tubuh serta membantu memecahkan lemak dan karbohidrat menjadi energi.</li>
<li>Vitamin B6 (Pridoksin) berperan untuk membantu mengurangi rasa mual pada ibu hamil, membantu proses produksi insulin dan melawan infeksi.</li>
<li>Vitamin B7 (Biotin) bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan rambut, serta membantu proses produksi asam lemak</li>
<li>Vitamin B9 (Asam Float) salah satu vitamin yang sangat diperlukan untuk ibu hamil. Hal ini, dikarenakan vitamin ini dapat mengurangi resiko kelainan tulang belakang dan otak pada janin. Selain itu, juga turut membantu sel dalam sintesis materi genetik</li>
<li>Vitamin B12 (Kobalamin) bermanfaat dalam proses pembentukan sel darah merah, dan memiliki peran pada proses metabolisme protein.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dari pemaparan diatas kita bisa mengetahui jika vitamin B Complex ini memiliki banyak manfaat diantaranya pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan tubuh, menghilangkan rasa mual, serta mengurangi resiko cacat pada bayi. Saat ini, banyakan target pasaran untuk Vitamin B complex ini, terutama wanita dan anak – anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Adanya banyak produk yang mengandung vitamin B Complex ini menjadi bukti bawah pasar untuk vitamin ini masih begitu besar. Untuk hal ini, PT Inasentra Unisatya membuka peluang untuk para calon costumer yang ingin membuat permen dengan kandungan nutrisi atau extrac lainnya atau biasanya kami sebut maklon/OEM Permen. Saat ini tersedia beberapa jenis permen dengan berbagi jenis permen, diantaranya permen Hard candy dan Gummy Jelly dengan base baik sugar maupun Sugar Free. Selain itu, Inasentra menyediakan Gummy Jelly dengan base vegan.</p>
<p style="text-align: justify;">Source : https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/manfaat-vitamin-b-kompleks</p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/manfaat-b-complex/">Manfaat B Complex</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iu.co.id/manfaat-b-complex/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Vitamin A</title>
		<link>https://iu.co.id/vitamin-a/</link>
					<comments>https://iu.co.id/vitamin-a/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Trading Medina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jul 2024 05:21:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iu.co.id/?p=877</guid>

					<description><![CDATA[<p>Vitamin merupakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Ada banyak ragam vitamin jenisnya, diantaranya Vitamin A, Vitamin B Complex , Vitamin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/vitamin-a/">Vitamin A</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Vitamin merupakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Ada banyak ragam vitamin jenisnya, diantaranya Vitamin A, Vitamin B Complex , Vitamin C dan vitamin lainnya. Setiap jenis vitamin memilki fungsi dan batas konsumsi yang berbeda- beda. Nah untuk kali ini, kita akan mengulik vitamin A.</p>
<p style="text-align: justify;">Vitamin A sendiri, terkenal dengan fungsinya untuk menjaga kesehatan mata, tapi apakah hanya itu fungsinya? Tentu saja tidak, berikut ini adalah beberapa fungsi dari Vitamin A untuk tubuh.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Menjaga Kesehatan Mata</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang disebutkan sebelumnya, vitamin A terkenal sebagai vitamin untuk menjaga kesehatan mata. Hal ini dikarenakan fungsi dari vitamin A berguna untuk mengubah cahaya yang ditangkap menjadi sinyal untuk dikirimkan ke otak. Tak hanya itu, vitamin A juga membantu melindungi kerusakan sel pada mata dan dapat menurunkan resiko penyakit lain seperti rabun senja dan lainnya.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="2">
<li><strong>Menunjang Pertumbuhan Janin bagi Ibu hamil </strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Kandungan Asam retinol pada vitamin A akan membantu melengkapi stuktur serta fungsi organ tubuh janin, sehingga dianjurkan untuk memenuhi asupan nutrisi vitamin A.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="3">
<li><strong>Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Selain yang disebutkan diatas, vitamin A menjadi salalu satu nutrisi yang diperlukan untuk perkembangan sperma pada pria dan sel telur pada wanita</p>
<ol style="text-align: justify;" start="4">
<li><strong>Turut Menjaga Kesehatan Tulang </strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Selain Vitamin dan Kalsium, Vitamin A diketahui dapat membantu memperbaiki hingga mengurangi risiko terjadinya patah tulang dengan mempengaruhi sel – sel tulang tersbut untuk tetap menjaga kepadatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dari fungsi yang disebutkan diatas, tentu masih banyak fungsi vitamin A yang bermanfaat untuk tubuh.  Tentunya semua manfaat ini akan didapatkan dengan konsumsi sesuai ajurannya. Tak heran Vitamin A menjadi salah satu vitamin yang sering diberikan pada anak- anak di posyandu. Melihat hal ini tentu menjadikan Vitamin A menjadi salah satu vitamin yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak heran juga kita banyak melihat banyak produk yang mengandung vitamin A beredar dipasaran yang mengartikan produk ini dapat diterima di pasaran, salah satunya dalam bentuk Gummy Jelly. Saat ini kita cukup sering menemukan banyak Gummy Jelly yang ditambahkan vitamin dan extrak lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk hal ini, PT Inasentra Unisatya membuka peluang untuk para calon costumer yang ingin membuat permen dengan kandungan nutrisi atau extrak lainnya atau biasanya kami sebut maklon / OEM Permen. Saat ini tersedia beberapa jenis permen dengan berbagi jenis permen, diantaranya permen Hard Candy dan Gummy Jelly dengan base baik sugar maupun sugar free. Selain itu, Inasentra juga menyediakan Gummy Jelly dengan base vegan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Soucre :  https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/manfaat-vitamin-a</p>
<p>The post <a href="https://iu.co.id/vitamin-a/">Vitamin A</a> appeared first on <a href="https://iu.co.id"></a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iu.co.id/vitamin-a/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
