Makin Manis dengan Pemanis Buatan, tapi Aman Gak Sih?

Sebagian orang menghindar makanan yang memiliki kandungan gula maupun pemanis buatan didalamnya. Makanan yang mengandung gula maupun pemanis memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap penyakit jantung, diabetes, dan penambahan berat badan.

Maka dari itu tidak jarang kita galau kalau faktanya camilan favorit kita memiliki kandungan pemanis buatan. Ternyata tidak semua pemanis buatan itu buruk, lho, Sobat Mony. Beberapa pemanis buatan ini bahkan sudah disetujui oleh BPOM dan FDA.

Pemanis aspartam sudah memiliki ijin edar di Indonesia karena dikategorikan sebagai pemanis buatan yang bergizi. Aspartam sendiri 200 kali lebih manis dari gula putih. Penggunaan pemanis aspartam dianggap cukup aman dan lebih baik untuk pemanis minuman.

Pemanis sakarin lebih manis 200 sampai 700 kali dari gula biasa. Sakarin merupakan salah satu pemanis yang tidak mengandung kalori. Maka dari itu pemanis sakarin bisa ditemukan di minuman dan makanan diet.

Pemanis acesulfame potassium yaitu pemanis yang biasa ditemukan di dalam makanan kecuali pada daging dan unggas. Pemanis ini termasuk tahan panas karena bisa bertahan pada suhu tinggi.

Pemanis neotame bisa mencapai 7.000 sampai 13.000 lebih manis dari gula biasa. Sama seperti pemanis acesulfame potassium, neotame juga pemanis yang tahan akan suhu tinggi. Pemanis ini bisa ditemukan pada minuman maupun makanan diet.

Pemanis sukralosa memiliki rasa 600 kali lebih manis dibanding gula biasa. Penggunaan sukralosa bisa ditemukan dalam minuman dan makanan diet, permen karet, jus buah, dan gelatin. Sukralosa juga pemanis yang bekerja baik terhadap makanan yang dipanggang karena panasnya yang stabil.

Pemanis stevia menjadi pemanis nabati yang diambil dari tanaman Stevia Rebaudiana yang yang bisa ditemukan di Amerika Selatan. Dikarenakan terbuat dari nabati, pemanis stevia bebas dari kalori sehingga cocok dikonsumsi oleh pasien diabetes dan mereka yang ingin menjaga berat badan ideal.

Setelah sudah mengenal nama-nama pemanis buatan yang sudah dijabarkan diatas, bisa lho jadi pertimbangan Sobat untuk bisa ngemil tetapi masih aman dan sehat. Walaupun sudah disetujui oleh BPOM dan FDA, bukan berarti bisa dikonsumsi sepuasnya melainkan tetap sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan, ya.